Berita > PC Muhammadiyah
PCM Marpoyan Damai Gelar Turba, Perkuat Konsolidasi Organisasi dari Ranting Ke Ranting
Kegiatan Turba PCM Marpoyan Damai Sabtu-Ahad (11-12/7)
PEKANBARU, Muhammadiyahpekanbaru.id—Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Marpoyan Damai memanfaatkan momentum libur akhir pekan dengan melaksanakan program TURBA (Turun ke Bawah) sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Kegiatan yang berlangsung setiap akhir pekan sepanjang 11–31 Juli 2026 ini dikemas dalam berbagai agenda, mulai dari pengajian, coffee morning, diskusi organisasi, hingga Lailatul Ijtima (malam kebersamaan).
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan agenda kerja PCM Marpoyan Damai dalam memperkuat tata kelola organisasi, pembinaan kader, serta mempererat ukhuwah di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu (11/7) di Masjid Ar Raudhah, bersama PRM Dirgantara Bakti. Acara diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan pengajian bulanan yang menghadirkan Ust. Mizan Asnawi, Ketua LPCRPM PWM Riau, sebagai penceramah.
Turut hadir Ketua PCM Marpoyan Damai Muhammad Suaidi beserta jajaran, H. Inhul Hadi dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani, Edrianto dari Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata, Ust. Januar Maaz dari Majelis Tabligh, Ketua LPCRPM PDM Kota Pekanbaru Ust. Saadanur, jajaran PRM Dirgantara Bakti, jamaah Masjid Ar Raudhah, serta warga Aisyiyah.
Mengawali kegiatan, Ust. Januar Maaz yang juga merupakan pengurus Masjid Ar Raudhah menyampaikan apresiasi atas inisiatif PCM Marpoyan Damai yang turun langsung menyapa ranting. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan semangat dakwah di tingkat akar rumput.
“Silaturahmi seperti ini jangan berhenti malam ini saja. Semoga menjadi agenda rutin yang terus menguatkan jamaah dan Persyarikatan di tingkat ranting,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRM Dirgantara Bakti Mulia Siregar menyampaikan terima kasih kepada pengurus Masjid Ar Raudhah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengajian dan silaturahmi sebagai agenda bulanan yang dilaksanakan secara bergilir di rumah anggota.
Ia juga menyampaikan bahwa konsolidasi dari PCM menjadi motivasi bagi ranting untuk semakin aktif menjalankan program organisasi. Selain itu, Mulia mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi anggota Muhammadiyah melalui aplikasi MASA (Manajemen Anggota Muhammadiyah) yang mempermudah proses pendaftaran secara daring.
“Kami ingin ranting ini semakin hidup. Pengajian bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat ber-Muhammadiyah,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Ketua PCM Marpoyan Damai Muhammad Suaidi menjelaskan bahwa konsolidasi tahun ini mengusung konsep SAT, yaitu tiga pilar utama (Sumber Daya, Agenda dan Tata Kelola) yang menjadi fokus penguatan organisasi di tingkat ranting
Pilar pertama adalah Konsolidasi Sumber Daya, yaitu pemetaan dan penguatan sumber daya manusia serta kemandirian finansial organisasi. Pilar kedua adalah Konsolidasi Agenda, yakni menyusun program pembinaan yang mampu meningkatkan kualitas kader, salah satunya melalui Baitul Arqam yang direncanakan pada akhir tahun. Adapun pilar ketiga adalah Konsolidasi Tata Kelola, yang menitikberatkan pada penguatan pemahaman terhadap Khittah Perjuangan Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, AD/ART Persyarikatan, serta peningkatan kemampuan administrasi organisasi agar lebih profesional dan modern.
“Muhammadiyah yang kuat lahir dari ranting yang kuat. Karena itu, konsolidasi harus dimulai dari sumber daya, agenda, hingga tata kelola organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Suaidi.
Ia menambahkan, TURBA ini akan dilaksanakan secara bergilir ke seluruh ranting di wilayah PCM Marpoyan Damai sepanjang Juli 2026, termasuk merintis pembentukan ranting baru di Kelurahan Maharatu sebagai bagian dari program revitalisasi organisasi.
Dalam tausiyahnya, Ust. Mizan Asnawi mengingatkan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus pusat pengkaderan Muhammadiyah.
“Ranting akan tumbuh apabila pengurusnya dekat dengan jamaah. Masjid harus menjadi pusat dakwah, pembinaan, dan lahirnya kader-kader Muhammadiyah yang berkemajuan,” pesannya.
Keesokan harinya, Ahad (12/7), PCM Marpoyan Damai melanjutkan rangkaian TURBA ke PRM Sidomulyo Timur melalui kegiatan Coffee Morning dan Pengajian Rutin Bulanan. Pengajian menghadirkan Dr. Imron Rosyadi dari PWM Riau sebagai penceramah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri warga Muhammadiyah dan Aisyiyah dari Sidomulyo Timur maupun PRM Dirgantara Bakti sehingga suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Selaku tuan rumah, Jufrizal Syahri menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir pengajian rutin di rantingnya dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah pengurus sebagai sarana mempererat silaturahmi antaranggota.
“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut sehingga pengajian semakin ramai dan menjadi ruang silaturahmi bagi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Marpoyan Damai Muhammad Suaidi menegaskan bahwa pengajian bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga ruang lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan Persyarikatan. Ia mencontohkan pengalaman saat aktif di Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Selatan, di mana sebuah ide yang muncul dalam forum pengajian berkembang menjadi cikal bakal berdirinya Sekolah Alam Muhammadiyah Banjarbaru.
Suaidi juga menegaskan bahwa kegiatan TURBA ini merupakan bagian dari tiga program prioritas PCM Marpoyan Damai periode ini, yakni Revitalisasi Ranting, Regenerasi Kader, dan Optimalisasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Banyak amal usaha Muhammadiyah lahir dari forum-forum sederhana seperti pengajian. Karena itu, mari jadikan setiap pertemuan sebagai ruang bertukar gagasan dan melahirkan karya nyata. Ranting yang kuat akan melahirkan kader yang tangguh, dan kader yang tangguh akan memperkuat Amal Usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Dr. Imron Rosyadi mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus menjaga keikhlasan dalam beramal serta memperkuat semangat berjamaah dalam menggerakkan Persyarikatan.
“Kemajuan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi juga oleh keikhlasan, kebersamaan, dan konsistensi kader dalam menjalankan amanah dakwah,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dialog seputar persoalan Persyarikatan dan foto bersama. Melalui kegiatan ini , PCM Marpoyan Damai berharap terbangun ranting-ranting yang semakin aktif, kader yang semakin berkualitas, serta tata kelola organisasi yang lebih profesional, sehingga Muhammadiyah di tingkat cabang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.





